Copyright © 2016 www.dickidirmania.com
SITEMAP | CONTACT US | TERMS & CONDITIONS

Artikel Terbaru

Tampilkan postingan dengan label Islami. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Islami. Tampilkan semua postingan

Manfaat Sholat bagi kesehatan

Shalat adalah bagian dari ritual atau peribadatan hamba dengan Tuhannya dalam islam (Allah SWT), Kewajiban bagi seorang muslim yakni menjalankan ibadah salat 5 waktu. Gerakan-gerakan shalat ternyata sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Setiap gerakan memiliki keunggulan masing-masing yang intinya adanya rangsangan sel dan peredaran darah dalam tubuh agar bekerja lebih optimal.
 
Berikut gerakan-gerakan sholat yang baik bagi kesehatan :

1. Takbiratul ihram

Gerakan ini dilakukan pada permulaan salat. Dengan berdiri tegap, mengangkat kedua tangan, lalu disedekapkan di depan dada. Gerakan ini akan mambuat pernapasan menjadi lancar dan teratur. Selain itu, otot kedua tangan serta bahu akan berkontraksi, sehingga lebih kuat dan kencang.

2. Ruku

Gerakan ini dilakukan dengan membengkokkan badan ke arah depan, sehingga kedua tangan bertumpu pada tumit. Saat gerakan ruku dilakukan, otot di sekitar punggung hingga pantat akan mengalami kontraksi. Sementara itu, aliran darah terutama pada bagian tubuh atas akan lebih terasa lancar.

3. Sujud

Gerakan ini dilakukan dengan cara meletakkan bagian kepala ke alas lantai, hingga dahi dan ujung hidung menyentuh alas lantai. Sementara itu, jari-jari kaki dibengkokkan dan kedua telapak tangan juga menyentuh alas lantai. Sehingga aliran darah ke kepala akan mengalir dengan optimal.

4. Memaksimalkan fungsi otak

Seseorang yang bersujud dengan benar dan relatif lama dengan teratur tidak menutup kemungkinan bisa lebih cerdas dan kreatif. Gerakan sujud juga membuat otot dari leher hingga kaki akan bereaksi dan berkontraksi, sehingga akan lebih kuat dan kencang.

5. Duduk

Gerakan duduk di mana pantat dan paha bertumpu pada bagian kaki bawah. Hal ini akan menyebabkan otot kaki menekan sehingga peredaran darah akan terpompa lebih maksimal. Jika dilakukan secara teratur, gerakan duduk dalam sholat ini dapat mencegah penyakit linu atau nyeri pada bagian kaki.

6. Salam

Gerakan ini dilakukan dengan sederhana, yaitu hanya memutar kepala ke kanan dan ke kiri hingga melihat ke belakang, sekali saja. Namun demikian, jika dilakukan dengan benar akan membuat otot di bagian leher akan lebih terlatih dan kencang dan peredaran darahnya juga akan lancar.

Begitu sempurna bukan manfaat sholat bagi kehidupan kita. Selain mendapatkan pahala sholat juga akan membuat tubuh kita jauh lebih sehat tanpa kita harus melakukan pekerjaan yang melelahkan. Justru sholat akan mendatangkan kenikmatan yang luar biasa dalam hidup kita.

Sumber: rindudakwahislam

Menjadi Manusia Yang Bermanfaat Bagi Orang Lain

Menarik sekali, banyak tulisan yang membahas pentingnya menjadi pribadi yang bermanfaat. Mengapa banyak orang yang tertarik tentang bahasan ini, sebab ini salah satu perintah Rasulullah saw kepada umatnya. Sabda beliau:
Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain (HR. Ahmad, Thabrani, Daruqutni. Dishahihkan Al Albani dalam As-Silsilah As-Shahihah)

Menjadi pribadi yang bermanfaat adalah salah satu karakter yang harus dimiliki oleh seorang Muslim. Seorang Muslim lebih diperintahkan untuk memberikan manfaat bagi orang lain, bukan hanya mencari manfaat dari orang atau memanfaatkan orang lain. Ini adalah bagian dari implementasi konsep Islam yang penuh cinta, yaitu memberi.

Selain itu, manfaat kita memberikan manfaatkan kepada orang lain, semuanya akan kembali untuk kebaikan diri kita sendiri.

"Jika kalian berbuat baik, sesungguhnya kalian berbuat baik bagi diri kalian sendiri" (QS. 17:7)

"Barangsiapa membantu keperluan saudaranya, maka Allah membantu keperluannya." (Muttafaq ‘alaih)


"Siapa yang menyelesaikan kesulitan seorang mu’min dari berbagai kesulitan2 dunia, Allah akan menyelesaikan kesulitan2nya di hari kiamat. Dan siapa yang memudahkan orang yang sedang kesulitan niscaya akan Allah mudahkan baginya di dunia dan akhirat" (HR. Muslim)

Setelah mengetahui manfaat “menjadi pribadi yang bermanfaat”, pertanyaanya adalah bagaimana caranya agar kita menjadi pribadi yang bermanfaat?

LANGKAH-LANGKAH MENJADI PRIBADI YANG BERMANFAAT


Langkah #1: Menjadi Pribadi Yang Bermanfaat Adalah Kemauan
Kuncinya adalah kemauan, kemauan kita memberikan manfaat kepada orang lain. Jika kita punya harta, kita bisa memberikan manfaat kepada orang lain dengan harta. Jika kita punya ilmu, kita bisa memberikan manfaat ilmu kepada orang lain. Jika kita punya tenaga, kita bisa memberikan manfaat dari tenaga kita kepada orang lain.

Ini adalah langkah awal, Anda harus memiliki kemauan untuk memberikan manfaat kepada orang lain. Bagaimana pun kondisi Anda. Jangan malah mencari-cari cara untuk mendapatkan manfaat dari orang lain bahkan memanfaatkan orang lain.

Jika Anda mau, bagaimana pun kondisi Anda, Anda bisa memberikan manfaat kepada orang lain. Mau?

Langkah #2: Take Action Now

Apa yang bisa Anda lakukan sekarang untuk memberikan manfaat kepada orang lain? Anda bisa share artikel ini melalui facebook atau twitter Anda. Ini jauh lebih memberikan manfaat kepada teman-teman Anda daripada Anda update status yang tidak penting bahkan hanya berisi keluhan dan caci maki.

Lihat sekitar Anda, adakah yang bisa Anda bantu. Adakah yang bisa Anda lakukan untuk memperbaiki lingkungan, rumah, atau kantor Anda? Akan banyak yang bisa Anda lakukan untuk memberikan manfaat kepada orang lain.

Langkah #3: Biasakanlah Memberikan Manfaat, Jadikan Gaya Hidup Anda
Jika memberikan manfaat kepada orang sudah menjadi kebiasaan Anda, maka Anda sudah mulai menjadi pribadi yang bermanfaat. Pada langkah #2, Anda baru disebutkan melakukan kebaikan (belum menjadi akhlaq), namun jika sudah menjadi kebiasaan dan menjadi gaya hidup Anda, maka Anda sudah mulai menjadi pribadi yang bermanfaat.

Ini yang kada dilupakan orang. Banyak yang hanya membahas sampai melakukan kebaikan dengan cara membantu orang orang lain. Namun itu belum menjadi kepribadian, baru sebatas mau melakukan. Sebuah tindakan, akan menjadi sebuah akhlaq saat Anda sudah melakukan dengan biasa tanpa memikirkannya terlebih dahulu.

Anda memberi, belum tentu kepribadian Anda. Namun jika Anda sudah biasa memberi dan menjadi gaya hidup Anda, barulah disebut kepribadian.

Langkah #4: Tingkatkan Manfaat Diri Anda
Harus ditingkatkan? Tentu saja, sebab menurut hadits diatas tidak hanya mengatakan menjadi pribadi yang bermanfaat, tetapi ada kata superalif yaitu paling. Artinya Anda ditantang untuk menjadi juara dalam kebaikan. Anda harus menjadi yang paling memberikan manfaat kepada orang lain. Bukan sekedar memberikan manfaat.

Bagaimana cara meningkatkan manfaat diri Anda? Ya, Anda harus meningkatkan kuantitas dan kualitas kebaikan Anda. Kuantitas bisa dilihat dari frekuensi dan besarnya apa yang Anda berikan kepada orang lain. Sementara kualitas manfaat ditingkatkan dengan cara meningkatkan kualitas diri Anda, yaitu dengan meningkatkan keterampilan dan kemampuan Anda, sehingga apa yang Anda berikan semakin bermanfaat.

Langkah #5: Raihnya Manfaatnya Untuk Anda Juga
Jangan sampai, Anda memberikan manfaat tetapi tidak memberikan manfaat untuk diri Anda sendiri. Bukan, saya bukan mengatakan berharap dari orang yang kita berikan manfaat. Bukan itu. Namun, yang saya maksud adalah kita harus menghindari dari semua penghapus pahala amal, itu ketidak ikhlasan atau riya’.

Jadi, agar kita benar-benar mendapatkan dari manfaat yang kita berikan kepada orang lain, kita harus ikhlas. Ikhlas adalah kunci diterimanya amal. Dan hanya amal yang diterima Allah SWT yang akan memberikan manfaat kepada kita dunia dan akhirat.

Niatkan, bahwa apa yang kita lakukan hanya karena Allah, bukan karena ingin disebut pribadi yang bermanfaat (pujian). Penyakit riya sungguh tidak terlihat, sangat samar, sehingga kita harus hati-hati.

"Maka barangsiapa yang mengerjakan kebaikan sebesar dzarrah-pun, ia akan mendapatkan balasannya" (QS. Al Zalzalah:7)

Itulah kelima langkah menjadi pribadi yang bermanfaat, bahkan paling bermanfaat.


Jangan Pernah Kau Buat Wanita Menangis

Seorang ibu kerap memberi nasehat kepada anak lelaki agar jangan terbiasa menangis. Lelaki yang terbiasa menangis dianggap lemah, merendahkan derajatnya sebagai calon imam rumah tangga. Tetapi ada satu hal yang patut diajarkan, “Jangan pernah membuat wanita menangis, sebab sesungguhnya lelaki yang menyakiti wanita hingga sang wanita mengeluarkan setetes air mata, justru pada saat inilah sang lelaki sangat rendah derajatnya sebagai pemimpin rumah tangga!”

Ajarkanlah kepada anak lelaki agar jangan sampai membuat wanita bersedih, katakanlah, “Anakku, jika engkau terpikir untuk membuat wanita menangis, ingatlah ibu. Tegakah engkau menyakiti bagian dari ibumu, sebab kami sama-sama wanita.

Dari itu, belajarlah menjadi lelaki yang bertanggung jawab untuk menyediakan ruang kekalahan demi memuliakan wanita. Percayalah, membuat wanita menangis tidak akan membuatnya patuh, justru membuatnya sadar menjadikanmu imam rumah tangga ialah kesalahan terbesar dalam hidupnya.

Wanita tidak perlu dikuasai dengan kekerasan, sebab hatinya sangat rentan untuk tersentuh kesedihan. Berikanlah kesanggupan melembutkan hati, menyantunkan jiwa, serta membijaksanakan hidup untuk berkerja cinta yakni melindungi wanita dari potensi dukacita.

Percayalah, wanita akan lebih mencintaimu meski pun tak pernah kau ujarkan kata cinta dengan syarat dirimu mampu menjadi pribadi yang menghargai satu perkara: wanita butuh diarahkan dengan pengertian, bukan dengan kemarahan.”

Begitulah yang mesti diajarkan seorang ibu pada anak lelakinya. Sehingga kelak pada saat dewasa, diharapkan mampu menjaga hati, jiwa, dan kehidupanya untuk memuliakan wanita dengan cinta yang tiada ada habisnya. Semoga Allah memperkenankan kiranya.


Semoga renungan ini bermanfaat...

Hal sepele yang Membuat Ortu Sedih

Dengan usia yang masih muda, setiap anak pasti berkeinginan untuk membahagiakan orangtuanya. Tapi saat kamu mengejar keinginan untuk membahagiakan mereka ini, tanpa kamu sadari kamu telah menyakiti hati mereka. Itu karena kamu sering melakukan hal-hal sepele ini

1. Kamu jarang menelpon orang tuamu
 
Di kala kamu sedang sibuk mengejar kuliah atau karirmu, kamu lupa untuk mengabari orangtuamu. Padahal yang dinginkan mereka hanya sederhana, mendengarkan suaramu dan yakin kalau kamu baik-baik saja. Cukup tiga sampai lima menit saja, itu sudah membuat mereka bahagia.

2. Ketika mereka meminta tolong, kamu menjawab "nanti"
 
Memang kamu sedang bekerja untuk masa depanmu, tapi jangan lupakan juga orangtuamu. Mereka sudah tidak sekuat dirimu. Jangan hiraukan mereka ketika mereka butuh bantuan. Sekecil apapun bantuanmu, itu sudah sangat berarti untuk mereka.

3. Jarang mengucapkan selamat pagi atau sekedar menyapa kepada mereka

Tinggal serumah atau tidak, jangan lupa untuk mengucapkan selamat pagi ke orangtuamu sebelum kamu beraktivitas. Meski ini hanya ucapan sederhana, tapi cukup memberikan kebahagiaan bagi mereka.

4. Bahkan kamu jarang menikmati masakan mereka

Lebih parah lagi kalau kamu jarang makan bersama. Sesibuk apapun kamu, sempatkan waktu untuk duduk dan makan bersama keluargamu. Dengan keberadaan kamu yang bersama mereka, itu membahagiakan. Karena mereka percaya kalau kamu selalu ada sampai di usia tuanya.

5. Saat pulang kuliah atau kerja kamu hanya menonton televisi

Seenggak-enggaknya yang perlu kamu lakukan adalah duduk dan bercerita kepada mereka tentang keseharianmu. Bukan, ini bukan tindakan egois. Orangtua manapun pasti bahagia mendengarkan cerita anaknya. Dengan begitu, mereka merasa dilibatkan dalam kehidupan anaknya.

6. Seberapa sering kamu menanyakan "Sudah makan, Pa?", "Sudah makan, Ma?"

Sepele bukan satu ini? Hal ini karena merupakan salah satu bentuk kegiatan sehari-hari mereka. karena itu, kamu tidak pernah sadar mereka sudah makan atau belum. Padahal kalau kamu menyempatkan waktu untuk menanyakan, mereka bahagia lho.

7. Malas membereskan pekerjaan rumah

Sibuk dengan pekerjaan ataupun kuliah? Tinggalkan sebentar untuk membantu orangtuamu membersihkan rumah. Sebenarnya mereka berharap kamu membantunya, tapi mereka tidak mengungkapkannya karena tahu kamu sibuk.

8. Secara tidak sadar membentak mereka

Memang sebagai anak muda, kamu sering dibawa oleh emosi yang labil. Dengan emosi yang seperti ini, tanpa kamu sadari kamu membentak orangtuamu ketika ada hal-hal yang tak sesuai dengan keinginanmu.

9. Jarang jalan bersama mereka, kamu lebih memilih pergi bersama teman

Sebagai anak muda, memang nongkrong bersama teman masih menjadi top priority-mu. Tapi tanpa kamu sadari, kamu melewati family time dimana waktumu menjadi akrab dengan orangtua. Sebenarnya, orangtuamu sedih karena kamu selalu tidak bisa berkumpul. Tapi mereka diam saja karena ingin kamu menikmati masa mudamu.

10. Lupa mengucapkan selamat ulang tahun kepada mereka

Gawat kalau yang ini. Masa ulang tahun teman jauh lebih ingat daripada ulang tahun orangtuamu? Meski hanya mendiamkan, sebenarnya orangtuamu sangat sedih lho. Dia melihat anak yang dibesarkannya dengan penuh kasih sayang, ternyata tidak mempunyai perhatian yang sama dengannya.

Mulailah lebih peka untuk menghargai orangtua yang tercinta. Selagi sempat, bahagiakanlah mereka, kita tidak akan pernah tahu berapa lama waktu yang kita punya. Semoga menjadi renungan bagi kita semua sebagai seorang anak, dan semoga membuat kita semakin berbakti kepada orang tua.


Andai Aku Tidak Menikah Dengannya

Saat menikah, wanita memiliki harapan bahwa pernikahannya akan menjadi surga dunia, penuh kebahagiaan dan keindahan, rumahku surgaku. Namun terkadang kenyataan tak seindah harapan. Ternyata sifat suaminya tak sebaik yang diperkirakan. Atau seiring berjalannya waktu, sikap sang suami kepada sang istri menjadi semakin buruk. Keras, kasar, egois, pemarah, tidak romantis, tidak bertanggungjawab, suka memukul, tidak punya waktu untuk istri, dan sifat-sifat buruk lain. Maka akhirnya bisa terbetik penyesalan mengapa dulu mau menikah dengannya, dan berkata dalam hati: “ANDAI AKU DAHULU TIDAK MENIKAH DENGANNYA”.| Wallahu’alam.

Begitu juga sebaliknya bisa terjadi pada sang suami. Setelah sekian lama menikah, dan ternyata sikap sang istri tidak sebaik yg diharapkan, atau sikap istri berubah menjadi buruk seiring berjalannya waktu, bisa terbetik penyesalan mengapa dulu mau menikah dengannya, dan berkata dalam hati: “ANDAI AKU DAHULU TIDAK MENIKAH DENGANNYA”.
Maka saat menikah hendaknya benar-benar selektif dalam memilih calon pendamping hidup, carilah yang benar-benar baik akhlak dan agamanya. Dan mintalah pertimbangan kepada orang-orang bijak, orang-orang yg paham agama, bertakwa, serta terpercaya (ustadz, orang tua, tokoh agama setempat, dll) mengenai sang calon tersebut, agar didapatkan kesimpulan yang obyektif, bukan hanya subyektif, dan bisa jadi mereka mengetahui apa yang tidak kita ketahui.

Sebaik-baik lelaki adalah yang paling baik sikapnya kepada istrinya

Berikut ini artikel ringkasan ceramah dari Ustadz Syafiq Basalamah, doktor lulusan Universitas Islam madinah, saudi arabia, terutama nasehat untuk para suami agar bersikap baik kepada para istri, sebagaimana yg dilakukan Rasulullah kepada para istrinya :
Pernikahan adalah suatu perjanjian yang besar, suatu pertanggungjawaban yang berat bagi seorang laki-laki, yang mana dia mengambil seorang wanita dari kedua orangtuanya untuk hidup bersamanya dalam sebuah bahtera yang bernama rumah tangga yang dipimpin olehnya.
Istri adalah suatu amanat bagi suami. Suami karena menjadi qowwam (pemimpin) bagi wanita.

Pemimpin (qowwam) ini harus memenuhi 3 fungsi, yaitu:
1) Mengarahkan istrinya; 2) Mengayomi istrinya; 3) Melindungi istrinya.

Suatu penikahan yang merupakan suatu ibadah itu kuat sekali digoda oleh syaitan agar rumah tangganya karam. Oleh karena itu, sangat-sangat penting bagi seorang suami untuk memahami tabiat wanita. Karena wanita itu bukan diciptakan dari baja yang bisa meleleh, bukan pula dari batu yang bisa hancur berkeping-keping jadi kerikil, tetapi wanita diciptakan dari tulang rusuk yang paling bengkok, yang jika diubah akan patah, namun jika tidak diubah akan tetap bengkok, oleh karena itu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam-pun tidak menyuruh lelaki untuk mengubahnya,
Namun Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam berwasiat: “Jagalah wanita-wanita itu..! Pelan-pelan dan berlemah-lembutlah pada wanita! Sehingga setelah memahami tabiatnya, kemudian memperlakukannya dengan ma’ruf, dengan sebaik-baiknya, seperti firman Allah:
 “Hai orang-orang yang beriman, tidak halal bagi kamu mempusakai wanita dengan jalan paksa dan janganlah kamu menyusahkan mereka karena hendak mengambil kembali sebagian dari apa yang telah kamu berikan kepadanya, terkecuali bila mereka melakukan pekerjaan keji yang nyata. Dan bergaullah dengan mereka secara patut. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.” [QS. An-Nisaa (4): 19]
Pada saat seorang suami mendapati hal yang tidak disukainya dari seorang istri, maka harus bersabar, dan berpikir baik-baik tentang firman Allah yang menyatakan, bahwa boleh jadi dalam keburukan istri kita itu terdapat kebaikan-kebaikan lainnya yang banyak. Jangan sampai keburukan akhlak dari suami menyampaikan sang istri pada satu situasi dimana ia sangat menyesal dan berkata: “Andai aku tak menikah dengannya..”.
Padahal suatu pengandaian itu hanya akan membuka pintu syaithan.
 
Tabiat-tabiat Wanita diantaranya adalah:
1) Pencemburu.
Baik kepada ibu sang suami, saudara/saudari sang suami, wanita-wanita lain, dll.
2) Perasa.
Perasaannya melebihi akalnya sehingga kadang-kadang mudah marah.
3) Suka Perhiasan.
4) Istri membutuhkan pujian/sanjungan dari suami.
Hargai pendapatnya, jangan egois.
5) Sempatkan waktu untuk bermain-main dengan istri.
Suami berhias atau bersolek untuk istri.
6) Memberi istri hadiah.
7) Main tarik ulur.
Bersabar, jangan tergesa-gesa!
Setelah istri menunaikan kewajiban, penuhilah hak-haknya, karena kalau tidak, dia akan mencari haknya di tempat lain.
Istri itu seperti wadah yang akan kekeringan, jika tidak terus diisi air. Karena, jika ia kekeringan, ia akan mencari di tempat lain yang bisa menghapus dahaganya. Ia akan mencari tempat curhat lain selain suami.
Firman Allah:
 “Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya diantara istri-istrimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu, maka berhati-hatilah kau terhadap mereka dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka) maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” [QS. At-Taghabun (64): 14]

Merupakan nasihat bagi suami, apabila ada masalah dengan istri, maka:
  1. Maafkan dia (tidak memberikan sanksi atas kesalahan);
  2. Tidak menjelek-jelekkan dengan perkataan;
  3. Lupakan dan buka lembaran baru;Seorang wanita menikah untuk mendapatkan kebahagiaan, sakinah, ketenangan, bukan hanya kebutuhan biologis, bukan pula hanya uang.
Hidup ini sangat singkat, jangan sampai di akhirat datang dengan keadaan tulang rusuk yang terjatuh.
 
Wasiat untuk suami dan istri:
“Jadilah manusia terbaik! Dimana manusia yang terbaik adalah yang terbaik kepada istri dan keluarganya"
 
Wasiat untuk istri:
“Jadilah wanita yang terbaik! Yang bila dipandang menyenangkan dan bila ditinggalkan menjaga kehormatan dan harta suami. Suami adalah Surga dan Neraka kita..”

Syarat kriteria seorang lelaki yang baik untuk dipilih ~menurut Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam~ untuk menjadi suami ada 2, yaitu: Agamanya dan Akhlaqnya. Tidak hanya salah satunya, namun harus keduanya.
 
Semoga artijel yang sederhana ini bermanfaat untukku dan untukmu (saudara-saudara ku seiman)..
 
| Dr. Syafiq Riza Basalamah, M.A.

Download MP3 AlQuran 30 Juz dan Terjemahan Bahasa Indonesia Terbaru Gratis

Pengertian Al-Qur’an

Secara Bahasa Qara’a mempunyai arti mengumpulkan, atau menghimpun menjadi satu.
Kata Qur’an n dan Qira’ah keduanya merupakan masdar (infinitif) diambil dari kata kerja lampau (Fi’il Madhi) yaitu. Qara’a – Qiraatan - Quranan 

Kata Qur’an disebutkan dalam ayat: 
 إِنَّ عَلَيْنَا جَمْعَهُۥ وَقُرْءَانَهُۥ (١٧)
فَإِذَا قَرَأْنَٰهُ فَٱتَّبِعْ قُرْءَانَهُۥ (١٨)
“Sesungguhnya atas tanggungan Kamilah mengumpulkannya dan membacanya. Apabila Kami telah selesai membacakannya maka ikutilah bacaannya itu.” (QS. Al-Qiyamah: 17-18)

Kata qur’anah pada ayat di atas berarti qiraatuhu yaitu bacaannya atau cara membacanya.
Terdapat berbagai macam definisi Qur’an, diantaranya definisi menurut Abdul Wahhab Khalaf, yaitu:
Firman Allah yang diturunkan kepada Rasulullah Saw dengan peerntara Jibril dalam bahasa Arab. Dan, menjadi undang-undang bagi manusia, memberi petunjuk kepada mereka, dan menjadi sarana untuk melakukan pendekatan diri dan ibadah kepada Allah. Ia terhimpun dalam mushaf, dimulai dari surat Al- Fatihah dan diakhiri dengan surat An-Nas, disampaikan kepada kita secara mutawatir dari generasi ke generasi, baik secara lisan maupun tulisan, serta terjaga dari perubahan dan pergantian

Nama Lain Al-Qur’an

Di dalam al-Qur'an terdapat banyak nama-nama al-Qur'an. Dibalik nama itu kita akan memahami fungsi al-Qur'an.
  • Al-Qur'an Nama yang paling populer adalah al-Qur'an itu sendiri, Allah menyebutkannya 58 kali. Penyebutan berulang-ulang itu menjadi peringatan bagi kita agar Al-Qur'an selain bacaan juga merupakan petunjuk dalam hidup (QS 2: 185)
  • Al-Kitab Artinya, wahyu yang tertulis. Menurut Syaikh Abdullah ad Diros, penamaan dengan al-Kitab menunjukkan bahwa al-Qur'an tertulis dalam mushaf dan hendaknya melekat di dalam hati. Rasulullah bersabda: “Orang yang di dalam hatinya tidak ada sedikitpun al-Qur'an, bagaikan rumah yang rusak” (al-Hadist)
  • Al-Huda Artinya, petunjuk (QS 2:2). Sebagai petunjuk (al-Huda) merupakan fungsi utama dari diturunkannya al-Qur'an (QS 2:185). Kita tidak dapat menjadikan al-Qur'an sebagai petunjuk jika kita tidak membaca dan memahaminya, serta mengamalkannya dengan baik.
  • Rahmah Berarti rahmat, terutama bagi orang-orang yang beriman (QS 17:82).
  • Nur Berarti cahaya penerang. Konsekuensi dari pemahaman ini adalah dengan menjadikan al-Qur'an sebagai cahaya yang menerangi jalan hidup kita (QS 5:15-16). Kita melihat tuntunan al-Qur'an, kemudian melangkah dengan tuntunan itu.
  • Ruh Berarti ruh sebagai penggerak (QS 16:2). Ruh menggerakkan jasad manusia. Dengan nama ini Allah SWT ingin agar al-Qur'an dapat menggerakkan langkah dan kiprah manusia. Terutama perannya untuk memberikan peringatan kepada seluruh manusia bahwa tidak ada Ilah selain Allah
  • Syifa’ Berarti obat (QS 10:57). Al-Qur'an merupakan obat penyakit hati dari kebodohan, musyrik, kekafiran dan munafik.
  • Al-Haq Berarti kebenaran (QS 2:147).
  • Bayan Berarti penjelasan atau penerangan (QS 3:138; 2:185).
  • Mauizhoh Berarti pelajaran dan nasehat (QS 3:138).
  • Dzikr Berarti yang mengingatkan (QS 15:9).
  • Naba’ Berarti berita (QS 16:89). Di dalam al-Qur'an memuat berita-berita umat terdahulu dan umat yang akan datang

Fungsi dan kedudukan Al-Qur'an

Fungsi utama dari al-Qur'an adalah sebagai petunjuk dan sumber hidayah Selain itu Al-Qur'an memiliki fungsi lainnya, antara lain:
  1. Kitab yang berisi berita (an-Naba’ wal akhbar) (QS 78:1-2)
  2. Kitab yang berisi hukum syariat (al-hukmu wasy syari’ah) (QS 5:49-50)
  3. Kitab yang berisi perjuangan di jalan Allah (Kitabul Jihad) (QS 29:69)
  4. Kitab yang berisi pendidikan (Kitabut tarbiyyah) (QS 3: 79)
  5. Kitab yang berisi ilmu pengetahuan (Kitabul ‘Ilm)
Pada kesempatan kali ini saya membagikan postingan tentang Download MP3  Murottal Al-Qur’an 30 Juz Oleh Syaikh Mishari Rashid Alafasy, Semoga bermanfaat. Bagi yang ingin mendownload, langsung saja klik linknya.
Surah No. Surah Name Download MP3
1 Al-Fatihah
Download
2 Al-Baqarah
Download
3 Al-Imran
Download
4 An-Nisa’
Download
5 Al-Ma’idah
Download
6 Al-An’am
Download
7 Al-A’raf
Download
8 Al-Anfal
Download
9 At-Taubah
Download
10 Yunus
Download
11 Hood
Download
12 Yusuf
Download
13 Ar-Ra’d
Download
14 Ibrahim
Download
15 Al-Hijr
Download
16 An-Nahl
Download
17 Al-Isra
Download
18 Al-Kahf
Download
19 Maryam
Download
20 Ta­Ha
Download
21 Al-Anbiya’
Download
22 Al-Hajj
Download
23 Al-Mu’minun
Download
24 An-Nur
Download
25 Al-Furqan
Download
26 Ash-Shu’ara’
Download
27 An-Naml
Download
28 Al-Qasas
Download
29 Al-‘Ankabut
Download
30 Ar­Room
Download
31 Luqman
Download
32 As­Sajdah
Download
33 Al­Ahzab
Download
34 Saba’
Download
35 Fatir
Download
36 Ya­Sin
Download
37 As-Saffat
Download
38 Sad
Download
39 Az-Zumar
Download
40 Ghafir
Download
41 Fussilat
Download
42 Ash-Shura
Download
43 Az-Zukhruf
Download
44 Ad-Dukhan
Download
45 Al-Jathiya
Download
46 Al-Ahqaf
Download
47 Muhammad
Download
48 Al-Fath
Download
49 Al-Hujurat
Download
50 Qaf
Download
51 Az-Zariyat
Download
52 At-Tur
Download
53 An-Najm
Download
54 Al-Qamar
Download
55 Ar-Rahman
Download
56 Al-Waqi’ah
Download
57 Al-Hadid
Download
58 Al-Mujadilah
Download
59 Al-Hashr
Download
60 Al-Mumtahinah
Download
61 As-Saff
Download
62 Al-Jumu’ah
Download
63 Al-Munafiqun
Download
64 At-Taghabun
Download
65 At-Talaq
Download
66 At-Tahrim
Download
67 Al-Mulk
Download
68 Al-Qalam
Download
69 Al-Haqqah
Download
70 Al-Ma’arij
Download
71 Nooh
Download
72 Al-Jinn
Download
73 Al-Muzzammil
Download
74 Al-Muddaththir
Download
75 Al-Qiyamah
Download
76 Al-Insan
Download
77 Al-Mursalat
Download
78 An-Naba’
Download
79 An-Nazi’at
Download
80 ‘Abasa
Download
81 At-Takwir
Download
82 Al-Infitar
Download
83 Al-Mutaffifin
Download
84 Al-Inshiqaq
Download
85 Al-Buruj
Download
86 At-Tariq
Download
87 Al-A’la
Download
88 Al-Ghashiyah
Download
89 Al-Fajr
Download
90 Al-Balad
Download
91 Ash-Shams
Download
92 Al-Lail
Download
93 Ad-Duha
Download
94 Ash-Sharh
Download
95 At-Tin
Download
96 Al-‘Alaq
Download
97 Al-Qadr
Download
98 Al-Baiyinah
Download
99 Az-Zalzalah
Download
100 Al-‘Adiyat
Download
101 Al-Qari’ah
Download
102 At-Takathur
Download
103 Al-‘Asr
Download
104 Al-Humazah
Download
105 Al-Fil
Download
106 Quraish
Download
107 Al-Ma’un
Download
108 Al-Kauthar
Download
109 Al-Kafirun
Download
110 An-Nasr
Download
111 Al-Lahab
Download
112 Al-Ikhlas
Download
113 Al-Falaq
Download
114 An-Nas
Download

Silahkan download MP3 Alquran gratis dan nikmati kesejukan hati disaat mendengar lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an di Kumandangkan sob. Terima Kasih.

Semoga Bermanfaat...

Pengertian Qurban


Setiap tanggal 10 Dzul Hijjah, semua umat Islam yang tidak melaksanakan haji merayakan hari raya Idul Adha. Pada hari itu, umat Islam sangat disunnahkan untuk berqurban dimana mereka menyembelih hewan qurban untuk kemudian dibagi-bagikan kepada seluruh umat Islam di suatu daerah. Lalu apakah sebenarnya Qurban itu? Dibawah ini akan dijelaskan secara lengkap.

Qurban berasal dari bahasa Arab, “Qurban” yang berarti dekat (قربان). Kurban juga disebut dengan al-udhhiyyahdan adh-dhahiyyah yang berarti binatang sembelihan, seperti unta, sapi (kerbau), dan kambing yang disembelih pada hari raya Idul Adha dan hari-hari tasyriq sebagai bentuk taqarrub atau mendekatkan diri kepada Allah.

Dalil disyari'atkannya Kurban

Allah SWT telah mensyariatkan kurban dengan firman-Nya, “Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. Maka dirikanlah salat karena Tuhanmu, dan berkurbanlah. Sesungguhnya orang-orang yang membencimu dialah yang terputus.” (Al-Kautsar: 1 — 3). 

“Dan telah Kami jadikan untuk kamu unta-unta itu sebagai syiar Allah. Kamu banyak memperoleh kebaikan dari padanya, maka sebutlah nama Allah ketika kamu menyembelihnya.” (Al-Hajj: 36).

Keutamaan Ibadah Kurban

Dari Aisyah ra, Nabi saw bersabda, “Tidak ada suatu amalan pun yang dilakukan oleh manusia pada hari raya Kurban yang lebih dicintai Allah SWT dari menyembelih hewan Kurban. Sesungguhnya hewan Kurban itu kelak pada hari kiamat akan datang beserta tanduk-tanduknya, bulu-bulunya dan kuku-kukunya. Dan sesungguhnya sebelum darah Kurban itu menyentuh tanah, ia (pahalanya) telah diterima di sisi Allah, maka beruntunglah kalian semua dengan (pahala) Kurban itu.” (HR Tirmidzi).

Hukum Berkurban

Ibadah kurban hukumnya sunnah muakkadah (sunnah yang sangat dianjurkan). Bagi orang yang mampu melakukannya lalu ia meninggalkan hal itu, maka ia dihukumi makruh. Hal ini berdasarkan hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim bahwa Nabi saw pernah berkurban dengan dua kambing kibasy yang sama-sama berwarna putih kehitam-hitaman dan bertanduk. Beliau sendiri yang menyembelih kurban tersebut, dan membacakan nama Allah serta bertakbir (waktu memotongnya). 

Dari Ummu Salamah ra, Nabi saw bersabda, “Dan jika kalian telah melihat hilal (tanggal) masuknya bulan Dzul Hijjah, dan salah seorang di antara kamu ingin berkurban, maka hendaklah ia membiarkan rambut dan kukunya.” HR Muslim 

Arti sabda Nabi saw, ” ingin berkorban” adalah dalil bahwa ibadah kurban ini sunnah, bukan wajib. 

Diriwayatkan dari Abu Bakar dan Umar ra bahwa mereka berdua belum pernah melakukan kurban untuk keluarga mereka berdua, lantaran keduanya takut jika perihal kurban itu dianggap wajib.

Hikmah Kurban

Ibadah kurban disyariatkan Allah untuk mengenang Sejarah Idul Adha sendiri yang dialami oleh Nabi Ibrahim as dan sebagai suatu upaya untuk memberikan kemudahan pada hari Id, sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah saw, “Hari-hari itu tidak lain adalah hari-hari untuk makan dan minum serta berdzikir kepada Allah Azza wa Jalla.”

Binatang yang Diperbolehkan untuk Kurban

Binatang yang boleh untuk kurban adalah onta, sapi (kerbau) dan kambing. Untuk selain yang tiga jenis ini tidak diperbolehkan. Allah SWT berfirman, “supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah dianugerahkan Allah kepada mereka.” (Al-Hajj: 34). 

Dan dianggap memadai berkurban dengan domba yang berumur setengah tahun, kambing jawa yang berumur satu tahun, sapi yang berumur dua tahun, dan unta yang berumur lima tahun, baik itu jantan atau betina. Hal ini sesuai dengan hadis-hadis di bawah ini: 

Dari Abu Hurairah ra berkata, aku pernah mendengar Rasulullah saw bersabda, “Binatang kurban yang paling bagus adalah kambing yang jadza’ (powel/berumur satu tahun).” (HR Ahmad dan Tirmidzi). 

Dari Uqbah bin Amir ra, aku berkata, wahai Rasulullah saw, aku mempunyai jadza’, Rasulullah saw menjawab, “Berkurbanlah dengannya.” (HR Bukhari dan Muslim). 

Dari Jabir ra, Rasulullah saw bersabda, “Janganlah kalian mengurbankan binatang kecuali yang berumur satu tahun ke atas, jika itu menyulitkanmu, maka sembelihlah domba Jadza’.”

Berkorban dengan Kambing yang Dikebiri

Boleh-boleh saja berkurban dengan kambing yang dikebiri. Diriwayatkan oleh Ahmad dari Abu Rafi’, bahwa Rasulullah saw berkurban dengan dua ekor kambing kibasy yang keduanya berwarna putih bercampur hitam lagi dikebiri. Karena dagingnya lebih enak dan lebih lezat.

Binatang-Binatang yang Tidak Diperbolehkan untuk Kurban

Syarat-syarat binatang yang untuk kurban adalah bintang yang bebas dari aib (cacat). Karena itu, tidak boleh berkurban dengan binatang yang aib seperti di bawah ini:

  • Yang penyakitnya terlihat dengan jelas.
  • Yang buta dan jelas terlihat kebutaannya
  • Yang pincang sekali.
  • Yang sumsum tulangnya tidak ada, karena kurus sekali. 
  • Yang cacat, yaitu yang telinga atau tanduknya sebagian besar hilang.
Rasulullah saw bersabda, “Ada empat penyakit pada binatang kurban yang dengannya kurban itu tidak mencukupi. Yaitu yang buta dengan kebutaan yang nampak sekali, dan yang sakit dan penyakitnya terlihat sekali, yang pincang sekali, dan yang kurus sekali.” (HR Tirmidzi seraya mengatakan hadis ini hasan sahih).

Selain binatang lima di atas, ada binatang-binatang lain yang tidak boleh untuk kurban, yaitu:

  • Hatma’ (ompong gigi depannya, seluruhnya).
  • Ashma’ (yang kulit tanduknya pecah).
  • Umya’ (buta).
  • Taula’ (yang mencari makan di perkebunan, tidak digembalakan).
  • Jarba’ (yang banyak penyakit kudisnya).
Juga tidak mengapa berkurban dengan binatang yang tak bersuara, yang buntutnya terputus, yang bunting, dan yang tidak ada sebagian telinga atau sebagian besar bokongnya tidak ada. Menurut yang tersahih dalam mazhab Syafi’i, bahwa yang bokong/pantatnya terputus tidak mencukupi, begitu juga yang puting susunya tidak ada, karena hilangnya sebagian organ yang dapat dimakan. Demikian juga yang ekornya terputus. Imam Syafi’i berkata, “Kami tidak memperoleh hadis tentang gigi sama sekali.“ 

Waktu Penyembelihan Hewan Kurban

Untuk kurban disyaratkan tidak disembelih sesudah terbit matahari pada hari ‘Iduladha. Sesudah itu boleh menyembelihnya di hari mana saja yang termasuk hari-hari Tasyrik, baik malam ataupun siang. Setelah tiga hari tersebut tidak ada lagi waktu penyembelihannya. 

Dari al-Barra’ ra Nabi saw bersabda, “Sesungguhnya yang pertama kali kita lakukan pada hari ini (Iduladha) adalah kita salat, kemudian kita kembali dan memotong kurban. Barangsiapa melakukan hal itu, berarti ia mendapatkan sunnah kami. Dan barangsiapa yang menyembelih sebelum itu, maka sembelihan itu tidak lain hanyalah daging yang ia persembahkan kepada keluarganya yang tidak termasuk ibadah kurban sama sekali.” 

Abu Burdah berkata, “Pada hari Nahar, Rasulullah saw berkhotbah di hadapan kami, beliau bersabda: ‘Barangsiapa salat sesuai dengan salat kami dan menghadap ke kiblat kami, dan beribadah dengan cara ibadah kami, maka ia tidak menyembelih kirban sebelum ia salat’.” 

Dalam hadis yang lain, Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa yang menyembelih sebelum salat, maka sesungguhnya ia menyembelih untuk dirinya. Dan barangsiapa yang menyembelih setelah salat dan khotbah, sesungguhnya ia telah sempurnakan dan ia mendapat sunnah umat Islam.” (HR Bukhari dan Muslim). 

Bergabung dalam Berkurban

Dalam berkurban dibolehkan bergabung jika binatang korban itu berupa onta atau sapi (kerbau). Karena, sapi (kerbau) atau unta berlaku untuk tujuh orang jika mereka semua bermaksud berkurban dan bertaqarrub kepada Allah SWT. 

Dari Jabir ra berkata, “Kami menyembelih kurban bersama Nabi saw di Hudaibiyyah seekor unta untuk tujuh orang, begitu juga sapi (kerbau).” (HR Muslim, Abu Daud, dan Tirmidzi) 

Pembagian Daging Kurban

Disunahkan bagi orang yang berkurban memakan daging kurbannya, menghadiahkannya kepada para kerabat, dan menyerahkannya kepada orang-orang fakir. Rasulullah saw bersabda, “Makanlah dan berilah makan kepada (fakir-miskin) dan simpanlah.” 

Dalam hal ini para ulama mengatakan, yang afdhal adalah memakan daging itu sepertiga, menyedekahkannya sepertiga dan menyimpannya sepertiga. 

Daging kurban boleh diangkut (dipindahkan) sekalipun ke negara lain. Akan tetapi, tidak boleh dijual, begitu pula kulitnya. Dan, tidak boleh memberi kepada tukang potong daging sebagai upah. Tukang potong berhak menerimanya sebagai imbalan kerja. Orang yang berkurban boleh bersedekah dan boleh mengambil kurbannya untuk dimanfaatkan (dimakan). 

Menurut Abu Hanifah, bahwa boleh menjual kulitnya dan uangnya disedekahkan atau dibelikan barang yang bermanfaat untuk rumah.

Orang yang Berkurban Menyembelihnya Sendiri

Orang yang berkorban yang pandai menyembelih disunahkan menyembelih sendiri binatang kurbannya. Ketika menyembelih disunahkan membaca, “Bismillahi Allahu Akbar, Allahumma haadza ‘an?” (Dengan nama Allah dan Allah Maha Besar, ya Allah kurban ini dari ?[sebutkan namanya]). 

Karena, Rasulullah saw menyembelih seekor kambing kibasy dan membaca, “Bismillahi wallahu Akbar, Allahumma haadza ‘anni wa’an man lam yudhahhi min ummati” (Dengan nama Allah, dan Allah Maha Besar, Ya Allah sesungguhnya (kurban) ini dariku dan dari umatku yang belum berkurban).” (HR Abu Daud dan Tirmidzi). 

Jika orang yang berkurban tidak pandai menyembelih, hendaknya dia menghadiri dan menyaksikan penyembelihannya. 

Dari Abu Sa’id al-Khudri ra, Rasulullah saw bersabda, “Wahai Fatimah, bangunlah. Dan saksikanlah kurbanmu. Karena, setetes darahnya akan memohon ampunan dari setiap dosa yang telah kau lakukan. Dan bacalah: ‘Sesungguhnya salatku, ibadahku–korbanku–hidupku, dan matiku untuk Allah Tuhan semesta Alam. Dan untuk itu aku diperintah. Dan aku adalah orang-orang yang pertama-tama menyerahkan diri kepada Allah,’ Seorang sahabat lalu bertanya, ‘Wahai Rasulullah saw, apakah ini untukmu dan khusus keluargamu atau untuk kaum muslimin secara umum?’ Rasulullah saw menjawab, ‘Bahkan untuk kaum muslimin umumnya’.” 

Oleh KH. Ishomuddin (Dosen FAI Univ Darul Ulum Jombang)

74 WASIAT UNTUK PARA PEMUDA

Segala puji bagi Allah yang berfirman:“Dan sungguh Kami telah memerintahkan orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu dan (juga) kepada kamu; bertakwalah kepada Allah.” (An-Nisa’: 131), Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada hamba dan rasul-Nya Muhammad yang bersabda:
“Aku wasiatkan kepada kalian agar bertakwa kepada Allah , serta agar kalian mendengar dan patuh.” Dan takwa kepada Allah adalah mentaati-Nya dengan melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Wa ba’du:  
Berikut ini adalah wasiat islami yang berharga dalam berbagai aspek seperti ibadah, muamalah, akhlak, adab dan yang lainnya dari sendi-sendi kehidupan. Kami persembahkan wasiat ini sebagai peringatan kepada para pemuda muslim yang senantiasa bersemangat mencari apa yang bermanfaat baginya, dan sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang yang beriman. Kami memohon kepada Allah agar menjadikan hal ini bermanfaat bagi orang yang membacanya ataupun mendengarkannya. Dan agar memberikan pahala yang besar bagi penyusunnya, penulisnya, yang menyebarkannya ataupun yang mengamalkannya.Cukuplah bagi kita Allah sebaik-baik tempat bergantung.  
  1. Ikhlaskanlah niat kepada Allah dan hati-hatilah dari riya’ baik dalam perkataan ataupun perbuatan.  
  2. Ikutilah sunnah Nabi dalam semua perkataan, perbuatan, dan akhlak.  
  3. Bertaqwalah kepada Allah dan ber’azamlah untuk melaksanakan semua perintah dan menjauhi segala larangan-Nya.  
  4. Bertaubatlah kepada Allah dengan taubat nashuha dan perbanyaklah istighfar.  
  5. Ingatlah bahwa Allah senatiasa mengawasi gerak-gerikmu. Dan ketahuilah bahwa Allah melihatmu, mendengarmu dan mengetahui apa yang terbersit di hatimu.  
  6. Berimanlah kepada Allah, malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari akhir serta qadar yang baik ataupun yang buruk.  
  7. Janganlah engkau taqlid (mengekor) kepada orang lain dengan buta (tanpa memilih dan memilah mana yang baik dan yang buruk serta mana yang sesuai dengan sunnah/syari’at dan mana yang tidak). Dan janganlah engkau termasuk orang yang tidak punya pendirian.  
  8. Jadilah engkau sebagai orang pertama dalam mengamalkan kebaikan karena engkau akan mendapatkan pahalanya dan pahala orang yang mengikuti/mencontohmu dalam mengamalkannya.  
  9. Peganglah kitab Riyadlush Shalihin, bacalah olehmu dan bacakan pula kepada keluargamu, demikian juga kitab Zaadul Ma’ad oleh Ibnul Qayyim.  
  10. Jagalah selalu wudlu’mu dan perbaharuilah. Dan jadilah engkau senantiasa dalam keadaan suci dari hadats dan najis.  
  11. Jagalah selalu shalat di awal waktu dan berjamaah di masjid terlebih lagi sahalat ‘Isya dan Fajr (shubuh).  
  12. Janganlah memakan makanan yang mempunyai bau yang tidak enak seperti bawang putih dan bawang merah. Dan janganlah merokok agar tidak membahayakan dirimu dan kaum muslimin.  
  13. Jagalah selalu shalat berjamaah agar engkau mendapat kemenangan dengan pahala yang ada pada shalat berjamaah tersebut.  
  14. Tunaikanlah zakat yang telah diwajibkan dan janganlah engkau bakhil kepada orang-orang yang berhak menerimanya.  
  15. Bersegeralah berangkat untuk shalat Jumat dan janganlah berlambat-lambat sampai setelah adzan kedua karena engkau akan berdosa.  
  16. Puasalah di bulan Ramadhan dengan penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah agar Allah mengampuni dosa-dosamu baik yang telah lalu ataupun yang akan datang.  
  17. Hati-hatilah dari berbuka di siang hari di bulan Ramadhan tanpa udzur syar’i sebab engkau akan berdosa karenanya.  
  18. Tegakkanlah shalat malam (tarawih) di bulan Ramadhan terlebih-lebih pada malam lailatul qadar dengan penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah agar engkau mendapatkan ampunan atas dosa-dosamu yang telah lalu.  
  19. Bersegeralah untuk haji dan umrah ke Baitullah Al-Haram jika engkau termasuk orang yang mampu dan janganlah menunda-nunda.  
  20. Bacalah Al-Qur’an dengan mentadaburi maknanya. Laksanakanlah perintahnya dan jauhi larangannya agar Al-Qur’an itu menjadi hujjah bagimu di sisi rabmu dan menjadi penolongmu di hari qiyamat.  
  21. Senantiasalah memperbanyak dzikir kepada Allah baik perlahan-lahan ataupun dikeraskan, apakah dalam keadaan berdiri, duduk ataupun berbaring. Dan hati-hatilah engkau dari kelalaian.  
  22. Hadirilah majelis-majelis dzikir karena majelis dzikir termasuk taman surga.  
  23. Tundukkan pandanganmu dari aurat dan hal-hal yang diharamkan dan hati-hatilah engkau dari mengumbar pandangan, karena pandangan itu merupakan anak panah beracun dari anak panah Iblis.  
  24. Janganlah engkau panjangkan pakaianmu melebihi mata kaki dan janganlah engkau berjalan dengan kesombongan/keangkuhan.  
  25. Janganlah engkau memakai pakaian sutra dan emas karena keduanya diharamkan bagi laki-laki.  
  26. Janganlah engkau menyeruapai wanita dan janganlah engkau biarkan wanita-wanitamu menyerupai laki-laki.  
  27. Biarkanlah janggutmu karena Rasulullah: “Cukurlah kumis dan panjangkanlah janggut.” (HR. Bukhari Dan Muslim)   
  28. Janganlah engkau makan kecuali yang halal dan janganlah engkau minum kecuali yang halal agar doamu diijabah.  
  29. Ucapkanlah "bismillah" ketika engkau hendak makan dan minum dan ucapkanlah "alhamdulillah" apabila engkau telah selesai.  
  30. Makanlah dengan tangan kanan, minumlah dengan tangan kanan, ambillah dengan tangan kanan dan berilah dengan tangan kanan.  
  31. Hati-hatilah dari berbuat kezhaliman karena kezhaliman itu merupakan kegelapan di hari kiamat.  
  32. Janganlah engkau bergaul kecuali dengan orang mukmin dan janganlah dia memakan makananmu kecuali engkau dalam keadaan bertaqwa (dengan ridla dan memilihkan makanan yang halal untuknya).  
  33. Hati-hatilah dari suap-menyuap (kolusi), baik itu memberi suap, menerima suap ataupun perantaranya, karena pelakunya terlaknat.  
  34. Janganlah engkau mencari keridlaan manusia dengan kemurkaan Allah karena Allah akan murka kepadamu.  
  35. Ta’atilah pemerintah dalam semua perintah yang sesuai dengan syari’at dan doakanlah kebaikan untuk mereka.  
  36. Hati-hatilah dari bersaksi palsu dan menyembunyikan persaksian. “Barangsiapa yang menyembunyikan persaksiannya maka hatinya berdosa. Dan Allah maha mengetahui apa yang kalian kerjakan.” (Al-Baqarah: 283)  
  37. “Dan ber amar ma’ruf nahi munkarlah serta shabarlah dengan apa yang menimpamu.” (Luqman: 17) Ma’ruf adalah apa-apa yang diperintahkan oleh Allah dan rasul-Nya , dan munkar adalah apa-apa yang dilarang oleh Allah dan rasul-Nya.   
  38. Tinggalkanlah semua hal yang diharamkan baik yang kecil ataupun yang besar dan janganlah engkau bermaksiat kepada Allah dan janganlah membantu seorangpun dalam bermaksiat kepada-Nya.  
  39. Janganlah engkau dekati zina. Allah berfirman: “Janganlah kalian mendekati zina. Sesungguhnya zina itu adalah kekejian dan sejelek-jelek jalan.” (Al-Isra’:32)  
  40. Wajib bagimu berbakti kepada orang tua dan hati-hatilah dari mendurhakainya.  
  41. Wajib bagimu untuk silaturahim dan hati-hatilah dari memutuskan hubungan silaturahim.  
  42. Berbuat baiklah kepada tetanggamu dan janganlah menyakitinya. Dan apabila dia menyakitimu maka bersabarlah.  
  43. Perbanyaklah mengunjungi orang-orang shalih dan saudaramu di jalan Allah.  
  44. Cintalah karena Allah dan bencilah juga karena Allah karena hal itu merupakan tali keimanan yang paling kuat.  
  45. Wajib bagimu untuk duduk bermajelis dengan orang shalih dan hati-hatilah dari bermajelis dengan orang-orang yang jelek.  
  46. Bersegeralah untuk memenuhi hajat (kebutuhan) kaum muslimin dan buatlah mereka bahagia.  
  47. Berhiaslah dengan kelemahlembutan, sabar dan teliti. Hatilah-hatilah dari sifat keras, kasar dan tergesa-gesa.  
  48. Janganlah memotong pembicaraan orang lain dan jadilah engkau pendengar yang baik.  
  49. Sebarkanlah salam kepada orang yang engkau kenal ataupun tidak engkau kenal.  
  50. Ucapkanlah salam yang disunahkan yaitu "assalamualaikum" dan tidak cukup hanya dengan isyarat telapak tangan atau kepala saja.  
  51. Janganlah mencela seorangpun dan mensifatinya dengan kejelekan.  
  52. Janganlah melaknat seorangpun termasuk hewan dan benda mati.  
  53. Hati-hatilah dari menuduh dan mencoreng kehormatan oarng lain karena hal itu termasuk dosa yang paling besar.  
  54. Hati-hatilah dari namimah (mengadu domba), yakni menyampaikan perkataan di antara manusia dengan maksud agar terjadi kerusakan di antara mereka.  
  55. Hati-hatilah dari ghibah, yakni engkau menceritakan tentang saudaramu apa-apa yang dia benci jika mengetahuinya.  
  56. Janganlah engkau mengagetkan, menakuti dan menyakiti sesama muslim.  
  57. Wajib bagimu melakukan ishlah (perdamaian) di antara manusia karena hal itu merupakan amalan yang paling utama.  
  58. Katakanlah hal-hal yang baik, jika tidak maka diamlah.  
  59. Jadilah engkau orang yang jujur dan janganlah berdusta karena dusta akan mengantarkan kepada dosa dan dosa mengantarakan kepada neraka.  
  60. Janganlah engkau bermuka dua. Datang kepada sekelompok dengan satu wajah dan kepada kelompok lain dengan wajah yang lain.  
  61. Janganlah bersumpah dengan selain Allah dan janganlah banyak bersumpah meskipun engkau benar.  
  62. Janganlah menghina orang lain karena tidak ada keutamaan atas seorangpun kecuali dengan taqwa.  
  63. Janganlah mendatang dukun, ahli nujum serta tukang sihir dan jangan membenarkan (perkataan) mereka.  
  64. Janganlah menggambar gambar manuasia dan binatang. Sesungguhnya manusia yang paling keras adzabnya pada hari kiamat adalah tukang gambar.  
  65. Janganlah menyimpan gambar makhluk yang bernyawa di rumahmu karena akan menghalangi malaikat untuk masuk ke rumahmu.  
  66. Tasymitkanlah orang yang bersin dengan membaca: "yarhamukallah" apabila dia mengucapkan: "alhamdulillah"  
  67. Jauhilah bersiul dan tepuk tangan.  
  68. Bersegeralah untuk bertaubat dari segala dosa dan ikutilah kejelekan dengan kebaikan karena kebaikan tersebut akan menghapuskannya. Dan hati-hatilah dari menunda-nunda.  
  69. Berharaplah selalu akan ampunan Allah serta rahmat-Nya dan berbaik sangkalah kepada Allah .  
  70. Takutlah kepada adzab Allah dan janganlah merasa aman darinya.  
  71. Bersabarlah dari segala mushibah yang menimpa dan bersyukurlah dengan segala kenikamatan yang ada.  
  72. Perbanyaklah melakukan amal shalih yang pahalanya terus mengalir meskipun engkau telah mati, seperti membangun masjid dan menyebarakan ilmu.  
  73. Mohonlah surga kepada Allah dan berlindunglah dari nereka.  
  74. Perbanyaklah mengucapkan shalawat dan salam kepada Rasulullah. Shalawat dan salam senantiasa Allah curahkan kepadanya sampai hari kiamat juga kepada keluarganya dan seluruh shahabatnya.  

(Diterjemahkan dari buletin berjudul 75 Washiyyah li Asy-Syabab terbitan Daarul Qashim 
Riyadl-KSA oleh Abu Abdurrahman Umar Munawwir)