- Oleh :
- YASEMA Centre
Setelah sebulan penuh berpuasa kita disambut dengan “HARI KEMENANGAN” yaitu saling memaafkan. Ada momen tersendiri yang membuat kita terharu dalam memaafkan sesama, dimana anak mohon maaf kepada orang tua, begitu juga orang tua selalu memafkan anaknya.
Perasaanku di Lebaran tahun ini begitu campur aduk, Bahagia namun sedih dan hampa. Betapa tidak kini aku dan keluargaku tak bisa lagi bersimpuh di kaki ayahku untuk memohon maaf pada hari lebaran sebagaimana biasa dilakukan pada tahun-tahun sebelumnya. Itulah momen yang paling terindah saat lebaran ketika ayahku masih bersama keluarga.
Aku sangat merindukan seorang papah yang telah membimbingku sehingga aku dapat bertahan hidup hingga hari ini, Betapa rinduku pada sosok seorang ayah yang begitu giat dalam mendidik semua anak-anaknya, Kegigihannya dalam mencari nafkah untuk dapat membesarkan ke 7 anaknya tanpa pernah mengeluh, walau keadaan sering sakit-sakitan tetap sabar dan semangat dalam memenuhi kewajibannya.
Tuhan sudah mengatur semuanya, dan skenario hidup yang kami alami adalah seperti itu. Allahu Akbar, Allah masih memberi kesempatan kepadaku untuk berhari raya bersama anak, istri dan sanak saudara pada tahun ini.
Tentu saya tidak perlu larut dalam kesedihan. Dunia ini fana. Kehidupan ini ada saat datang dan saatnya pergi. Mungkin inilah suratan takdir yang harus dijalani setiap manusia.
Sekarang hanya doa yang bisa saya panjatkan kepada mereka. Ya Allah, ampunilah dosa-dosa mereka, lapangkanlah kubur mereka di alam barzah, dan masukkanlah mereka ke dalam syurga-Mu. Amiin.


